MasterPIES Course

News & Resources
Login Status

You are not currently logged in.






» Register
» Lost your Password?
Recent Comments
Who's Online
  • 0 Members.
  • 5 Guests.
Index

Kelemahlembutan sebagai sarana dalam dakwah

Published on Friday, July 17, 2009 by MPA
.oleh Cahyadi Takariawan

Nabiyullah Musa dan Harun diperintah Allah menghadapi Fir’aun yang tiran dengan lemah lembut, padahal Fir’aun adalah seorang penguasa yang amat zhalim.
“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas, maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (Thaha : 43-44).
.
Allah Azza Wa Jalla telah mengingatkan agar kita senantiasa berlaku lemah lembut:
“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu..” (Ali Imran: 159).
.
Khalifah Al Ma’mun bin Harun Al Rasyid suatu ketika didatangi oleh seorang da’i yang mengkritiknya dengan bahasa yang pedas dan keras. Saat itu Al Ma’mun menjawab,
“Nasihatilah aku dengan sopan, karena Fir’aun itu lebih jahat dari aku dan Musa itu lebih baik darimu. Namun demikian Musa menggunakan bahasa yang halus”.
.
Syaikh Muhammad Al Ghazali sewaktu masih muda bertanya kepada gurunya, Syaikh Hasan Al Banna, dengan semangat yang meluap-luap,
“Kenapa kita tidak membenci si Fulan dan si Fulan”. Namun sang guru dengan bijak menjawab, “Jangan sekali-kali menaruh kebencian terhadap seseorang. Kamu boleh membenci perbuatan mereka, tetapi mohonkanlah petunjuk buat mereka”.
.
Tags:
No comments currently exist for this post.
Leave your comment:
You must be logged in to post a comment.